Jika ditelusuri, tak jarang es balok yang digunakan pedagang ternyata dibuat dari air mentah yang tentu berbahaya bagi kesehatan. Hal yang sama dilakukan dengan es batu rumahan. Pedagang "nakal" mengambil air mentah dari keran dan langsung memasukkannya ke dalam kulkas.
Untuk membuktikan layak atau tidaknya es ini dikonsumsi, tim Liputan Sigi SCTV pun membawanya untuk diuji di laboratorium Institut Pertanian Bogor. Seperti sudah diduga, es balok produksi pabrik terbukti tidak memenuhi standar baku mutu dan tak layak konsumsi karena mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) yang bisa membahayakan sistem pencernaan tubuh manusia.
Jadi jika dahaga datang, jangan terburu napsu minum air es. Salah-salah meski dahaga hilang, penyakit lain justru datang. (sumber : Liputan6.com)